2.4 Peringatan Keras
Hari kedua selama Adit tidak masuk. Tasya bersiap-siap lebih pagi karena tau hari ini Adit masih tidak bisa masuk. Mama memanggil nama Tasya, Tasya bergegas turun dari kamarnya yang berada di lantai atas. “Tasyaaaaa,” panggil Mama. “Iya Ma,” jawab Tasya sambil menuruni tangga. Tasya terkejut dengan apa yang dilihatnya pagi ini. “Dion” ucapnya begitu saja. “Selamat pagi Tasya,” Dion mengucapkan kata-kata manisnya itu yang sudah lama sekali tidak didengar oleh Tasya. “Ngapain lo ke sini.” Ucap Tasya dengan ketusnya. “Mau jemput elo, yuk berangkat nanti telat,” Dion menarik tangan Tasya. “Tasya, Dion yuk sarapan dulu,” Mama menyuruh keduanya untuk sarapan. “Ngga usah Tante, aku mau ajak Tasya sarapan diluar iya gak Sya?” Dion menarik tangan Tasya dengan paksa dan menyeretnya ke luar rumah lalu Dion berpamitan dengan mama, “Berangkat ya Tante,” amit Dion kepada Mamanya Tasya. Di luar rumah Tasya melepaskan tangannya yang tadi ditarik oleh Dion. Dipergelangan tangan...