Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

1.12 biarlah Tuhan yang mengatur semuanya

Gambar
Karin bangun dari tidurnya, ia melihat jam dinding. Waktu menunjukkan pukul 05.00. Karin solat subuh kemudian dia mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Tepat pukul 06.10 Karin keluar rumah dan berangkat. Entah mengapa Karin merasa kalau hari ini berbeda dengan hari kemarin. Dia merasa mentari pagi ini bersinar lebih hangat dari hari kemarin. Di jalan tidak sengaja Karin bertemu Malik. Mereka berangkat bersama. Tak seperti biasanya Karin tersenyum dan sangat menikmati udara pagi ini. Malik yang memperhatikan wajah Karin dari motor ikut tersenyum melihat temannya yang sangat menikmati suasana sejuk pagi ini. Di kelas Anya, Jani dan Adam sudah duduk manis dibangku masing-masing. Mereka bertiga melihat kedatangan dua sahabatnya. “Ciee nyampenya barengan ya?” ejek Adam sambil senyam-senyum menggoda Malik dan Karin. “Jangan-jangan kalian berangkat bareng lagi?” tambah Jani yang asal nyeplos dan ternyata bener. “Apaan sih?” muka Karin berubah jadi males, “Emang g...

1.11 kembali ke aussie

Gambar
Stevan mengambil tiket yang ada diatas meja belajarnya. Mama sudah memanggil-manggil nama Stevan, dia bergegas keluar kamar dan menemui Mamanya. “Pagi Mom muah” Stevan mendaratkan ciuman hangatnya dipagi ini kepada Mamanya. “Pagi dear, kamu sudah siap untuk hari ini?” tanya Mama kepada Stevan yang terlihat sangat segar pagi ini. “Yes Mom, tapi rasanya berat mau ninggalin Mama disini,” ucap Stevan dengan sedih. “Jangan sedih sayang, kamu baik-baik ya disana. Sering-sering telepon Mama ya,” Mama meyakinkan Stevan kalau dia akan baik-baik saja tanpa Stevan. “Frans titip Mama ya, jangan jadi anak nakal. Jangan nyusahin Mama juga, awas kalo nyusahin Mama nanti gue jitak loh haha” ucap Stevan kepada adiknya yang masih berusia 13 tahun. “Iya kak, Aku akan menjaga Mama. Kakak tenang aja.” Fransiskus meyakinkan kakak satu-satunya ini dengan memeluk Mamanya penuh kasih sayang. “Love you Mom, muah” Stevan ikut memeluk Mamanya dan mencium pipi beliau. “Sudah sudah, kamu berangkat ...