Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

1.6 Mendapat murid baru

Gambar
Setelah Vino pindah ke Luar negeri tepatnya ke Amerika, Karin sudah tidak mengajar lagi. Rasanya sedih karena kelihalangan pekerjaan. Tapi ada baiknya juga karena Karin bisa mengisi waktu luangnya dengan belajar dan membaca buku-buku d rumah atau perpustakaan. Handphone Karin bergetar tanda ada sms. Karin membaca sms tersebut. Dani meng-smsnya. Selain Dani juga ada kak Aji yang meng-smsnya. Karin menjawab sms Dani dan tidak menghiraukan sms dari kak Aji. Dani menginginkan Karin untuk menjadi guru privatnya. Tadinya Karin ingin menolak. Tapi Dani bersungguh-bersungguh. Apalagi sekarang dia sudah kelas  6 dan membutuhkan guru pembimbing untuk membantunya belajar. Alhasil Karin tidak bisa menolak lagi. Dia menerima tawaran dari Dani. Mulai sabtu ini Karin akan mulai mengajar Dani di rumahnya. Sabtu siang yang cerah, Karin mendatangi rumah Dani. Rumah Dani cukup besar meskipun tidak sebesar rumah Vino. Mama Dani berbincang sebentar dengan Karin lalu mengantarnya ke sebuah ruang...

1.5 Kejadian di kantin

Selasa siang di kantin sekolah. Kantin ramai sekali dengan anak-anak yang sedang makan siang. Anya, Jani, Karin, Malik dan Adam duduk di satu meja yang sama. Anya dan Jani memesan mie ayam bakso pangsit, sedangkan Karin memesan siomay. Malik dan Adam memesan nasi rames buatan mpok kantin. Malik dan Adam selesai makan duluan, sedangkan ketiga cewek ini masih menikmati makanannya. “Kar cobain siomay lo dong.” Pinta Malik kepada Karin dengan manja. “Nih!” Karin menyodorkan piringnya. “Suapin dong Kar, duuh gak perhatian banget sama pacar” lagi-lagi Adam mengeluarkan kata-kata yang lebay bin gossip menurut Karin. “Makan sendiri sih, bisa kan?” Tanya Karin kepada Malik. “Ngga suapin dong Kar.” Pinta Malik dengan nada manja. “Tau suapin sih Kar apa susahnya sih?” Anya ikut-ikutan menggoda mereka. “Yup suapin aja Kar.” Jani juga ikut-ikutan. “Nih buka mulutnya!” Dengan terpaksa Karin menyuapi Malik. “Cieee” Ucap Anya, Jani dan Adam. Tanpa mereka berlima sadari. Cewek-cewek...

1.4 Raka

Gambar
Kriiiing alarm Karin berbunyi. Dimatikannya alarm itu dan ia kembali tidur. Sepuluh menit kemudian alarm berikutnya berbunyi, lantas Karin membuka matanya. Dia ke kamar mandi dan mengambil wudhu lalu sholat subuh. Setelah itu dia mandi dan bersiap-siap. Karin menyisir rambutnya sambil berkaca. Dilihatnya matanya masih mengantuk. Diambilnya buku-buku pelajaran yang ada diatas meja lalu dimasukkanya kedalam tas ranselnya. Rapihlah Karin dan dia siap untuk ke sekolah. Pagi yang cerah menurut Karin. Dia fikir hari ini ia akan terlambat. Ternyata dia malah kepagian. Gerbang sekolah masih terbuka lebar. Karin memasuki gerbang dengan senyuman. Babe sapaan anak-anak sekolah kepada satpam sekolah ikut tersenyum melihat Karin yang senyum. Karin berjalan menuju tangga dan menaiki satu persatu anak tangga. Saat menaiki tangga ada seorang cowok yang turun terburu-buru dan menabrak Karin. Hampir saja dirinya terjatuh, tapi cowok itu menahannya dengan memegang tangan Karin. Cowok itu meminta ma...

1.3 Cowok itu bernama Reza

Gambar
Rak-rak buku yang tinggi dan besar membuat para siswa harus mencari buku yang mereka inginkan dengan penuh kesabaran. Karena meskipun sudah dikelpomokkan menurut abjab dan pelajaran tetap saja susah untuk menemukannya. Apalagi Karin adalah anak baru di sekolah ini. Sudah agak lama ia mencari dan belum ketemu juga buku yang ia cari. Karin kaget karena ada seseorang yang datang. “Nyari buku apa?” Tanya cowok yang waktu itu pernah ia temui juga diperpustakaan. “Hmm buku ensiklopedia biologi yang jilid 3 kak.” Jawab Karin dengan lemas. “Oh itu lagi temen saya pinjem. Btw buat apa kamu minjem buku itu?” Tanya cowok itu. “Hmm mau baca aja kak.” Jawab Karin. “Oh ya nama kakak siapa?” Tanya Karin. “Gua Reza, nama elo siapa?” Jawab cowok itu yang namanya Reza. “Karin kak.” Jawab Karin dengan senyuman. “Lo hobby baca ya?” Tanyanya lagi. “Iya kak, kakak juga?” Jawab Karin. “Za, lo disini gua cariin juga.” Seorang cowok berkacamata datang. “Kenapa Ji?” Tanya Reza. “Za kita ...

1.2 Muhammad Malik Hasan

Gambar
Karin memasuki perpustakaan, hari ini ia ingin mengembalikan buku yang waktu itu dipinjamnya. Saat Karin mengembalikan buku, lagi-lagi ia melihat cowok yang waktu itu. Dia sedang mengobrol dengan temannya. Dan saat Karin sedang memperhatikannya, teman disampingnya yang malah tersenyum. Karin langsung membuang mukanya. Ia segera mengambil kartu perpustakaannya dan buru-buru kabur. Karin berjalan sangat cepat dan menabrak Malik. Untungnya tubuh kecil Karin yang hampir jatoh ditahan oleh Malik. Adam yang melihat kejadian itu langsung menggoda Malik dan Karin. “Ehem lepasin kali Lik tangannya Karin.” Ucap Adam dengan nada slengean. “Oh iya maaf maaf ya Malik.” Karin meminta maaf kepada Malik. “Iya gapapa kok Karin, lain kali hati-hati ya kalo jalan.” Malik memafkan Karin dan mengingatkannya dengan nada yang sangat sopan serta lembut. “Sekali lagi maaf ya Malik. Lo gapapa kan?” Tanya Karin dengan muka memelas. “Gapapa kok.” Ucap Malik sambil tersenyum. “Yuk Lik cabut. Dulu...

1.1 Presentasi Biologi

Gambar
1.        Karin bergegas untuk pulang. Tapi langkahnya terhenti karena ada dua cowok yang menghadangnya. “Lo Karin?” Tanya salah satu cowok itu. “Iya kenapa?” Jawab Karin dengan nada malas. “Gue Adam sama ini temen gua Malik. Kita satu kelompok biologi sama lu?” Ucap cowok tadi yang namanya adalah Adam Dirgantara Putra. “Oh ya bu Shinta udah kasih tau materi untuk presentasinya?” Tanya cowok yang satu lagi bernama Muhammad Malik Hasan. “Udah kok, emang tadi kalian kemana?kok gak ada sih?” Jawab Karin yang malah balik Tanya. “Lo gak perlu tau, materinya apa? Terus kapan kita mau ngerjainnya?” Jawab Adam dengan ketus. “Materinya tentang tumbuhan lumut. Hmm besok aja kita omongin sama anggota kelpomok yang lain.” Usul Karin. “Oke, emang temen sekelompok kita siapa aja?” Tanya Malik dengan sopan. “Lo dia gue Jani sama Anya.” Jawab Karin. “Sip kalo gitu besok kita omongin lagi ya.” Ucap Adam lalu menarik Malik dan pergi meninggalkan Karin. Tadi seb...