1.1 Presentasi Biologi
1. Karin
bergegas untuk pulang. Tapi langkahnya terhenti karena ada dua cowok yang
menghadangnya.
“Lo Karin?”
Tanya salah satu cowok itu.
“Iya
kenapa?” Jawab Karin dengan nada malas.
“Gue Adam
sama ini temen gua Malik. Kita satu kelompok biologi sama lu?” Ucap cowok tadi
yang namanya adalah Adam Dirgantara Putra.
“Oh ya bu
Shinta udah kasih tau materi untuk presentasinya?” Tanya cowok yang satu lagi
bernama Muhammad Malik Hasan.
“Udah kok,
emang tadi kalian kemana?kok gak ada sih?” Jawab Karin yang malah balik Tanya.
“Lo gak
perlu tau, materinya apa? Terus kapan kita mau ngerjainnya?” Jawab Adam dengan
ketus.
“Materinya
tentang tumbuhan lumut. Hmm besok aja kita omongin sama anggota kelpomok yang
lain.” Usul Karin.
“Oke, emang
temen sekelompok kita siapa aja?” Tanya Malik dengan sopan.
“Lo dia gue
Jani sama Anya.” Jawab Karin.
“Sip kalo
gitu besok kita omongin lagi ya.” Ucap Adam lalu menarik Malik dan pergi
meninggalkan Karin.
Tadi
sebelum bel pulang berbunyi, ibu Shinta selaku guru mata pelajaran Biologi
memberikan tugas kelompok. Hal ini dilakukan agar mereka yang baru sebulan
belajar bisa berkenalan dengan teman-teman barunya. Maklumlah Karin baru masuk
sekolah menegah atas (SMA) dan beberapa minggu yang lalu dia baru selesai mos.
Jadi dirinya belum mengenal banyak teman.
Karin
meneruskan langkahnya lagi, dia berjalan lebih cepat dan sesegera mungkin
mencari angkutan umum. Karin tidak mau terlambat, karena hari ini ia harus
mengajar. Karin menjadi guru les privat untuk anak-anak sd. Materi utama yang
dia ajarkan adalah matematika dan bahasa inggris. Waktu menunjukkan pukul 16.00
dan Karin sudah berada tempat ia mengajar. Setelah kurang lebih satu jam Karin
berpamitan pulang.
**
Bel
istirahat kedua berbunyi, anak-anak berhamburan keluar kelas. Begitu juga
dengan Adam dan Malik. Tapi Malik menghentikan langkahnya dan berbisik ke Adam.
Lalu mereka berdua kembali ke kelas. Dilihatnya meja Karin dan benar saja
disitu sudah ada Jani dan Anya.
“Heloooo
girls.” Sapa Adam dengan pedenya.
“Ish apaan sih.”
Ucap Jani dengan ketus.
“Biasa aja
kali.” Adam tak terima dengan ucapan Jani.
“Udah
udah!” Anya kesal dengan perdebatan Adam.
“Udeh dam
kita disinikan mau ngomongin pelajaran, lu jangan tepe-tepe dah!” Malik
menasehati Adam.
Adam yang
masih kesal dengan Jani mencoba menahan kekesalannya. Karin menjelaskan materi
presentasi kelompok mereka. Dan mereka sepakat akan mengerjakan presentasi ini
besok di rumah Adam. Sebenarnya Adam agak keberatan, tapi berhubung rumahnya
yang paling dekat jaraknya dengan sekolah maka apa boleh buat.
Setelah
selesai membicarakan bahan presentasi, Adam dan Malik langsung pergi
meninggalkan tiga cewek itu. Maklumlah Adam dan Malik adalah cowok yang bisa
dibilang popular, karena mereka berdua mempunyai banyak fans di sekolah. Saat berjalan ke kantin ada seorang cewek
cantik yang menyapa Adam. Dan dengan gaya cool nya Adam membalas sapaan
tersebut.
Bel masuk
berbunyi, semua siswa kembali ke kelasnya. Mereka kembali belajar. Waktu
berjalan cukup lama karena Adam dan Malik ingin bel pulang cepat berbunyi.
Karin sangat menikmati pelajaran terakhir ini karena ini adalah pelajaran yang
Karin sukai. Begitu juga dengan Jani dan Anya yang menyukai pelajaran ini.
Akhirnya
bel pulang berbunyi, semua siswa dan siswi bersiap-siap untuk pulang. Karin,
Anya, dan Jani berjalan bersama saat pulang. Dan mereka Anya memulai obrolan.
“Jan, Kar,
rumah kalian pada jauh dari sini?” Tanya Anya kepada Jani dan Karin.
“Rumah gua
sih gak begitu jauh kenapa emangnya?” Jawab Jani.
“Gapapa
nanya aja, kalo lu Kar?” Tanya Anya lagi.
“Rumah gua
juga gak terlalu jauh kok.” Jawab Karin.
“Hmm tuh
angkotnya udah dateng yuk naek.” Ajak Jani.
Mereka pulang
bersama-sama. Diangkot mereka masih mengobrol. Seakan ada saja bahan obrolan
untuk mereka. sampai satu persatu dari mereka harus turun. Dan Karin yang turun
belakangan. Sampailah Karin pada tujuannya. Dia turun dari angkot dan berjalan
kaki untuk sampai ke rumah.
Karin
sampai dirumahnya. Setelah sampai Karin memberi salam dan mencium kedua tangan
orang tuanya. Sungguh anak yang sopan. Karin segera mandi dan membantu
menyiapkan makan malam untuk keluarganya. Dia hanya tinggal berempat. Karin,
kakak perempuannya, ibu serta ayahnya. Karin dan kakaknya sama sama mendapatkan
beasiswa. Maka dari itu dia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk sekolah.
**
Jani, Anya,
Karin, Malik dan Adam sudah berkumpul. Hari ini mereka akan mengerjakan
presentasi biologi. Mereka berlima berjalan kaki menuju rumah Adam. Tapi Malik
membawa motor dan Adam nebeng dimotornya Malik. Jadi Karin, Anya, dan Jani saja
yang berjalan kaki. Dengan petunjuk yang Adam beritahukan, akhirnya ketiga
cewek ini sampai dirumah Adam yang cukup mewah. Maklumlah Adam adalah orang
berkecukupan. Saat tiga cewek ini masuk, Malik sedang menyiapkan laptop untuk
mereka pakai. Sedangkan sang tuan rumah sedang berganti baju dikamarnya.
“Ini
minuman dan makanannya den Malik. Duh ini temen-temennya den Adam?cantik-cantik
ya.” Ucap wanita paruh baya yang datang membawa makanan dan minuman.
“Makasih
bi.” Ucap Jani yang kepedan.
“Iya
makasih bi taro aja disitu, oh ya bi tolong panggilin Adam dong.” Pinta Malik.
“Baik den.”
Bibi langsung meninggalkan mereka dan memanggil Adam.
Tak lama
kemudian Adam turun dan mereka mulai mengerjakan tugas. Saat megerjakan tugas,
Adam mulai tebar pesona sama ketiga cewek ini. Terutama sama Jani si jutek. Adam
mulai mendekati Jani dengan mengeluarkan gombalan mautnya. Jani berskap biasa
saja, sampa akhirnya dia kesal dengan Adam dan mengeluarkan kaa-kata tajamnya.
Anya, Malik
dan Karin mengerjakan presentasi. Malik mengetik sedangkan Anya dan Karin
bergantian mendiktekan bacaan kepada Malik. Lalu Adam mengantikan Malk mengetik
sedangkan yang membacakan adalah Jani. Setelah selesai membuat dalam bentuk ms
word, mereka berhenti sejenak untuk istirahat.
“Duuuh!
cape juga ya padahal cuma ngetik.” Ucap Adam yang kedengaarannya lebay.
“Lebay lu
dam, lo cowok juga?” Anya menyindir Adam.
“Emang gua
cowok nih mau liat.” Ucap Adam dengan bercanda.
“Ish.” Anya
jadi geli sendiri mendengar ucapan Adam.
“Hahaha!” Malik
hanya tertawa melihat tingkah temannya.
“Hmm
lanjutin lagi yuk biar kita cepet pulang?” Pinta Karin kepada teman-temannya.
“Yuk deh
gua juga pengen cepet pulang.” Sambung Jani.
“Jani
sayang mau ngapain sih cepet-cepet pulang? Nginep aja dirumah aku?” Goda Adam
sambil senyum-senyum.
“Dasar
playboy, jangan mau jan!” Tegas Malik.
“Ye kenapa
lo? Suka-suka gua dong? Jani jangan dengern Malik ya.” Adam mencoba meyakinkan
Jani.
“udahan
dramanya? Lanjutin lagi yuk.” Ucap Anya yang kesal dengan tingkah laku Adam.
Mereka
melanjutkan perkerjaan membuat presentasi dalam bentuk ms power point. Karena
tugasnya hanya dicopy paste dari ms word, mereka tidak membutuhkan waktu yang
lama untuk mengerjakannya. Kurang lebih 15 menit ms powerpoint mereka telah
siap. Dan sekarang saatnya pulang. Semua bersiap untuk pulang. Adam berbaik
hati ingin mengantar ketiga cewek ini pulang.
Jani, Anya, dan Karin agak kaget dengan kebaikan hati orang ini. Tapi
karena ini rezeki seperti kata Jani, jadi mereka tidak ingin menolak rezeki.
**
Di
perpustakaan sekolah, seorang cowok sedang mencari buku. Dan berlawan arah
darinya ada seorang cewek yang juga sedang mencari buku. Disaat yang sama
mereka sama mengambil buku. Karin kaget karena dia kira cowok yang ada
didepannya mengambil buku yang sama dengannya. Ternyata benar, tetapi buku itu
ada dua jadi mereka tidak akan memperebutkan buku itu.
“Lo anak
baru ya?” Tanya cowok ini.
“Iya kak
kenapa?” Jawab Karin gugup.
“Gapapa
soalnya baru liat muka lo.” Cowok itu tersenyum kepada Karin.
Cowok itu
pergi meninggalkannya. Karin memperhatikan langkah cowok itu sampai cowok itu
hilang diantara rak-rak buku yang tinggi-tinggi dan besar. Karin tak
menghiraukannya, dia langsung ketempat penjaga perpustakaan untuk meminjam
buku. Saat ia berjalan ia melihat cowok itu duduk sendiri dan dia sedang serius
sekali membaca buku yang tadi dia ambil. Karin memperhatikannya dan hampir
terbawa lamunan kalau penjaga perpustakaan tidak mengagetkannya.
Setelah
mendapatkan buku yang Karin inginkan, ia kembali ke kelas. Anya dan Jani sudah
menunggunya mereka janjan untuk makan bareng di kantin. Mereka buru-buru ke
kantin karena Jani sudah lapar. Jani langsung memesan mie ayam bakso pangsit
sedangkan Anya yang sedang diet hanya makan roti dan Karin memesan nasi plus
soto mie. Saat ketiga cewek ini sedang makan tiba-tiba saja Adam dan Malik
datang.
“Gue gabung
disini ya teman-teman.” Ucap Adam dengan
pedenya dan dia langsung duduk.
“Gue juga
ya hehe.” Ucap Malik sambil tersenyum mengikuti Adam yang langsung duduk.
“Dih!” Ucap
Anya dengan spontan.
“Kenapa
keberatan? Gua juga bayar kali sekolah disini.” Ucap Adam dan dia langsung
melahap makanannya karena Adam udah sangat lapar.
“Kita
disini juga bayar kali emang elo doang?” Celetuk Jani dengan ketus.
“Udah udah
kalo terus-terusan kaya gini gak akan kelar!” Malik melerai.
Berhubung
si Adam udah laper banget dia udah ngga menghiraukan ucapan dari siapapun.
Adam, Malik, Jani, Anya dan Karin semuanya melahap makanan mereka
masing-masing. Setelah selesai barulah Jani bersuara.
“Huh
kenyaaang.” Jani tersenyum.
“Jani
cantik deh kalo senyum.” Adam mencoba mengombali Jani.
“Hihihi.”
Anya tertawa kecil.
“Karin..makannya
anteng banget sih.” Goda Malik.
“Eh iya nih
lik makan tuh harus dinikmatin bener gak?” Jawab Karin yang dar tadi asik
sendiri sama makanannya.
Mereka
berlima terlihat asik mengobrol. Dan semenjak tugas presntasi biologi itu Adam
sama Malik jadi sering ngobrol sama Anya, Jani dan Karin. Berhubung mereka
berlima lagi ngumpul Anya memberitahukan kalau ms power point yang kemaren
mereka buat udah dia edit. Dan Anya minta nomor semua anggota. Ini dikarenakan
Anya ingin membuat cover tapi gak tau
nama dan nomor absen masing-masing. Merekapun bertukar nomor telepon.
Saatnya kelompok satu presentasi. Adam, Malik, Anya,
Jani dan Karin maju kedepan. Adam bertindak sebagai operator, Malik sebagai
moderator, Karin sebagai pencatat/notulen dan sisanya sebagai anggota. Malik
mulai memperkenalkan diri diikuti masing-masing anggotanya.
“Saya
Muhammad Malik Hasan.” Ucap Malik.
“Saya Adam
Dirgantara Putra.” Ucap Adam.
“Saya Ranya
Salsabilah.” Ucap Anya.
“Saya
Rinjani Oktavia.” Ucap Jani.
“Saya
Karina Putri.” Ucap Karin.
“Kami akan
mempresentasikan tentang tumbuhan lumut.” Malik memberitahu judul makalah
presentasi.
Setelah
memperknalkan diri, mulailah mereka berpresentasi. Mulai dari Adam kemudian
Malik lalu Anya setelah itu Jani dan terakhir Karin mereka menjelaskan isi dari
materi makalahnya. Selesai presentasi ada sesi tanya jawab. Syukurlah karena
semua pertanyaan bisa dijawab. Terutama pertanyaan dari ibu Shinta yang
jawabannya ada dibuku ensiklopedia yang waktu itu Karin pinjam diperpustakaan.
Ibu Shinta
memuji presentasi kelompok mereka berlima. Rasanya senang sekali mendapat
pujian itu dan teman-teman juga memberikan apluse untuk kelompok mereka. Bangga
itu yang Karin, Anya, Jani, Adam dan Malik rasakan saat itu. Mereka pulang
dengan muka penuh kebahagiaan.
Pelajaran
biologi usai, anak-anak berhamburan keluar kelas. Jani, Anya dan Karin pulang
bersama. Seperti biasa mereka selalu mengobrol. Setelah Jani dan Anya turun
Karin sendirian diangkot. Karena hari ini ia harus mengajar maka ia tidak
langsung pulang ke rumah. Karin menghentikan angkotnya dan turun, dia berjalan
menuju sebuah rumah. Sampailah ia dirumah itu dan mulailah ia mengajar.
“Kak Karin,
kenalin ini Dani temen aku.” Ucap anak berkacamata ini.
“Karin,
Dani temen srkolahnya Vino?” Tanya Karin.
“Iya kak,
sekarang aku lagi belajar bareng sama Vino hehe.” Jawab Dani.
“Oh gitu ya
udah ada pr apa? Sini kakak bantu.” Karin semakin bersemangat.
Karin
membantu Vino mengerjakan pr-pr nya dan menjelaskan pelajara-pelajaran yang tidak Vino mengerti serta memberikan
latihan soal untuknya. Vino adalah anak yang pintar menurut Karin, tetapi
karena kedua orangnya sibuk dan kurang memperhatikannya Vino jad kadang ia
tidak bersemangat belajar. Semenjak Karin menjadi guru privatnya, entah kenapa
Vino menjadi lebih semangat. Dan ketika ia mendapatkan nilai yang bagus ia tau
harus memberitahukan kesiapa. Karena Karin sudah menganggap Vino seperti adik
sendiri.
Waktu sudah
memisahkan mereka. Karin harus pulang karena hari semakin sore. Sebenarnya Vino
masih ingin belajar bersama kak Karin. Karin berpamitan pulang kepadanya.
Setelah Karin puang, Dani bercerita ke Vino.
“Vin, enak
juga ya guru privat lo?” Ucap Dani sambil tersenyum.
“Iya dong
siapa dulu yang pilih.” Ucap Vino dengan bangga.
“Hmm
kira-kira kak karin mau gak jadi guru privat gua?” Tanya Dani.
“Lo mau
privat juga sama kak Karin?” Vino malah balik bertanya.
“Iya biar
pinter kaya lu vin hihihi.”Jawab Dani.
“Hmm ide
bagus tuh, nanti deh gua tanyain sama kak Karin ya.” Vino mendukung.
“Sip.”

Komentar
Posting Komentar