1.3 Cowok itu bernama Reza


Rak-rak buku yang tinggi dan besar membuat para siswa harus mencari buku yang mereka inginkan dengan penuh kesabaran. Karena meskipun sudah dikelpomokkan menurut abjab dan pelajaran tetap saja susah untuk menemukannya. Apalagi Karin adalah anak baru di sekolah ini. Sudah agak lama ia mencari dan belum ketemu juga buku yang ia cari. Karin kaget karena ada seseorang yang datang.
“Nyari buku apa?” Tanya cowok yang waktu itu pernah ia temui juga diperpustakaan.
“Hmm buku ensiklopedia biologi yang jilid 3 kak.” Jawab Karin dengan lemas.
“Oh itu lagi temen saya pinjem. Btw buat apa kamu minjem buku itu?” Tanya cowok itu.
“Hmm mau baca aja kak.” Jawab Karin. “Oh ya nama kakak siapa?” Tanya Karin.
“Gua Reza, nama elo siapa?” Jawab cowok itu yang namanya Reza.
“Karin kak.” Jawab Karin dengan senyuman.
“Lo hobby baca ya?” Tanyanya lagi.
“Iya kak, kakak juga?” Jawab Karin.
“Za, lo disini gua cariin juga.” Seorang cowok berkacamata datang.
“Kenapa Ji?” Tanya Reza.
“Za kita kan ada rapat, lo ditunggu anak-anak osis tuh.” Jawab cowok berkacamata itu yang namanya adalah Aji.
“Oh iya gua lupa. Hmm Karin gua duluan ya.” Reza berpamitan.
“Iya kak silahkan.”Ucap Karin sambil tersenyum.



Reza dan temannya pergi meninggalkan perpustakaan. Karin hanya bisa memandang kepergian Reza dari tempatnya. Karena buku yang dia cari tidak ada dirinya memutuskan untuk meninggalkan perpustakaan. Karin berjalan sendirian dikoridor menuju kelas. Saat sedang berjalan ada bola basket melintas tepat didepan kakinya, diikuti dengan berlarinya seorang cowok yang mengejar bola itu.
Cowok itu sangatlah berkeringat baju yang dia kenakan adalah baju olahraga. Saat cowok itu mengambil bola basket yang berhenti tepat dibawah kaki Karin, mereka bertatap-tatapan. Salah seorang temannya memanggil-manggil namanya. Dan cowok itu menyadiri kalau namanya dipanggil bergegaslah ia membawa bola itu kembali ke lapangan. Permainan dilanjutkan dengan adanya bola itu. Karin meneruskan jalannya yang sempat terhenti oleh kejadian tadi.
Istirahat selesai, anak-anak berhambran masuk ke kelas. Karin yang sudah berada di kelas dari tadi sudah berkumpul dengan Anya, Jani, Adam dan Malik. Sejak kejadian di kantin Malik jadi terlihat sangat perhatian dengan Karin. Teman-teman dekat mereka seperti Adam, Jani dan Anya mengira kalau Malik suka dengan Karin.
Waktu pulang adalah waktu yang ditunggu oleh semua siswa-siswi sekolah. Malik mengajak Karin untuk pulang bareng, awalnya Karin menolak karena tidak enak dengan kedua temannya yaitu Anya dan Jani. Tapi kedua temannya mendukung Malik untuk mengantar Karin pulang. Mau tak mau Karin menerima ajakan Malik.
Lagi-lagi ada cewek-cewek yang iri melihat kedekatan Malik dan Karin. Apalagi Fanya dan Lilis yang merupakan teman sekelas mereka. Yang setiap hari selalu ketemu di kelas dan melihat Malik yang sangat perhatian sama Karin. Selain mereka berdua, Susan yang berbeda kelas dengan Malik pun ikut panas mendengar laporan dari kedua temannya yang sekelas dengan Malik.
“Malik apa gua gak ngerepotin lo nih?” Tanya Karin yang sedikit merasa merepotkan Malik.
“Gak kok Kar, lagian rumah kita kan searah cuma beda gang aja hehe.” Jawab Malik dengan penuh kelembutan.
“Iya sih tapi apa cewek lo nanti gak marah?” Tanya Karin lagi.
“Gue ngga punya pacar Kar tenang aja lagi.” Jawabnya lagi.
Rumah Malik dan Karin memang searah. Sama dengan rumah Anya dan Jani, sebenarnya rumah mereka berempat searah. Tapi rumah Karin dan Malik yang paling jauh. Malik mengantar Karin samapi rumah. Dan mengajak Karin untuk berangkat barsama besok.
**
Pagi ini Karin mandi agak siang karena tadi malam Malik sms akan menjemputnya jam 6 .10. Maklum jarak dari sekolah ke rumah mereka tidaklah terlalu jauh. Apalagi bila ditempuh dengan motor. Malik sampai dan Karin berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk berangkat. Motor melaju cukup pelan. Udara di pagi hari yang cerah sangatlah menyegarkan. Karin menghirup udara yang segar itu dengan senyuman yang bisa Malik lihat dari kaca spion motornya.
Mereka berdua sampai di sekolah. Adam yang juga baru sampai langsung menghampiri kedua temannya ini. Ketiganya menuju ke kelas. Tak lama mereka bertiga sampai bel tanda masuk berbunyi. Dan para siswa dan siswi memulai pelajaran.
Pagi ini pelajaran pertama adalah geografi. Guru geografi mereka bapak Ahmad menugaskan mereka untuk membuat rangkuman tentang bab pertama. Buku-buku refernsi bisa para murid cari di perpustakaan.  Adam selaku ketua kelas mengarahkan teman-teman sekelasnya untuk ke perpustakaan. Semua murid kelas sepuluh satu yang adalah kelas Adam menuju perpustakaan.
Karin berjalan berdampingan dengan Jani dan Anya. Saat melewati sebuah kelas musik matanya melihat  seorang cowok yang sedang bermain piano. Cowok itu mengiringi teman-temannya menyayikan sebuah lagu. Mukanya tidak terlalu kelihatan karena tertutup piano.Karena mukanya tidak terihat Karin melanjutkan langkahnya. Di perpustakaan Malik mengambil tempat duduk dekat Karin agar dia bisa mengobrol. Tapi Karin malah memandang kosong bukunya dan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Malik lantas menegurnya.
“Hei Kar, lo lagi mikirin apa sih?” Tanya Malik berbasa-basi.
“Iya gapapa Lik, hmm gak mikir apa-apa kok.” Jawab Karin yang terbuyar dari lamunannya.
“Masa? Apa jangan-jangan lo mikirin gua ya?” Malik  mencoba membuat suasana lebih relax.
“Pede banget sih lo Lik.” Karin menepis pernyataan Malik.
“Duh yang lagi pacaran jangan disini dong.” Adam mulai kesal.
“Iya nih tau deh yang lagi pedekate jangan di sini bisa kali yaaa.” Ucap Jani.
“Yup udah tadi malem ada yang minta nomornya Karin gitu katanya penting.” Anya mulai nyeplos.
“Berisik aja lo semua.” Malik jadi kesel.
“Ssst jangan berisik ini perpustakaan.” Tegur beberapa teman mereka.
**
“Karin pulang bareng gak?” Tanya Malik.
“Hmm kayanya ngga deh Lik.” Jawab Karin penuh penyesalan.
“Kenapa?” Malik bertanya lagi kali ini dengan nada sedih.
“Soalnya gua mau ikut eksul padus, hari ini pertama kalinya kumpul.” Jawab Karin.
“Oh ya udah. Nanti pulangnya hati-hati ya Kar.” Ucap Malik penuh perhatian.
“Iya makasih. Lo juga hati-hati bawa motornya.” Karin membalas dengan senyuman.
“Kar, Jan yuk kita ke ruang seni musik nanti telat lagi.” Ajak Anya.
“Hmm duluan ya Malik, Adam.” Ucap Anya, Jani dan Karin sembari meninggalkan mereka berdua.
“Iya.” Balas kedua cowok ini.
“Duh gak sabar deh sama hari pertama ikut padus hihihi.” Anya sangat exited banget.
“Yup nanti kita ketemu sama temen-temen baru iya gak?” Jani menambahkan.
“Semoga aja bisa ketemu cowok-cowok kece ya hihihi.” Anya berharap.
“Dasar ya kalian pikirannya hahaha.” Karin hanya tertawa.
“Biarin Kar, lo kan udah punya Malik tuh terus si Jani juga udah sama Adam nah gua kan belom ada.” Anya nyerocos panjang lebar.
“Apan sih Nya gua sama Adam? ishhh gua tuh udah punya pacar ya!” Jani paling males kalo dirinya udah dihubung-hubungkan dengan Adam.
“Tau lu mah gossip mulu Nya, gua sama Malik tih cuma temen aja.” Karin membela diri.
“Bokis banget. Kalo lu ama Malik mah beneran Kar, lo liat dong perhatiannya Malik k lo tuh beneran.” Jani mencoba menyakinkan Karin.
“Hooh bener, buktinya Malik aja minta nomor lu ke gua.” Anya membuka kartu mati Malik.
“Kak Reza.” Ucap Karin pelan.
“Siapa Kar?” Tanya Anya kepo.
“Ah ngga masuk yuk.” Karin masuk ke kelas.
“Temen-temen kira-kira kita udah bisa mulai perkenalan eskulnya?” Tanya seorang cewek berambut hitam panjang.
“Bisa kak.” Jawab semua yang ada diruangan itu.
“Selamat sore ade-ade kelasku. Nama saya Cinta dari kelas 12 ips 4 saya adalah ketua dari eskul ini.” Ucap Cinta.
Cinta  memperkenalkan satu persatu pengurus eskul padus. Ada wakil, bendara dan sekertaris padus serta seorang cowok yang akan mengiringi mereka saat latihan dan saat tampil. Pertemuan pertama ini hanyalah sebuah perkenalan eskul padus pada para pemula. Serta pengumpulan biodata seluruh calon anggota padus.
Acara perkenalan padus tidak terlalu lama. Sekitar setengah jam sesi perkenalan dan Tanya jawab selesai. Anya, Jani dan Karin mempunyai banyak teman baru. Mereka pulang  ke rumah masing-masing dengan hati senang. Apalagi Anya yang tadi berkenalan dengan seorang cowok. Akhirnya Anya mendapatkan apa yang ia inginkan.
**
Hari ini ada pengumuman untuk seluruh pengurus kelas agar datang keruang MPK. Karena akan diadakan rapat kecil oleh ketua MPK. Adam dan Karin adalah salah satu pengurus kelas dan mereka wajib datang. Setelah bel sekolah usai keduanya mendatangi ruang MPK. Disana sudah banyak pengurus kelas yang lainnya. Tanpa basa-basi ketua MPK memulai rapat kecil ini.
“Baik teman-teman apa semua udah hadir?” Tanyanya.
“Udah kak.” Jawab para peserta.
“Assalamualaikum, Selamat sore teman-teman.” Ucapnya.
“Waalaikum salam.” Para peserta menjawab salam dari cowok ini.
“Perkenalkan saya Reza, saya adalah ketua MPK. Salam kenal ya teman-teman.”  Ucap Reza dengan senyumnya yang sangat manis.
Ketua MPK memperkenalkan diri, ternyata cowok yang pernah Karin temui di perpustakaan ini adalah ketua MPK. Reza memperkenalkan para pengurus dan anggota dari MPK. Lalu tanpa basa-basi lagi Reza menjelaskan kenapa ia mengumpulkan semua pengurus kelas dari masing-masing kelas. Reza juga memberitahukan keuntungan mengikuti MPK.
 Jadi  semua pengurus kelas ini wajib menjadi MPK dan akan segera dilantik minggu ini. bagi yang tidak berminat boleh untuk tidak mengikuti pelantikan tapi minimal ada satu orang untuk perwakilan setiap kelas. Untuk yang akan mengikuti pelantikan, Reza membagikan sebuah formulir pendaftaran dan wajib diisi dengan sebenar-benarnya. Karena pelantikan akan dilaksanakan sebentar lagi dan akan diadakan bersamaan dengan pelantikan osis. Maka Reza menghibau agar para peserta segera mengumpulkan kembali formulir pendaftaran.
**
“Dam udah selesai ngisi formulirnya?” Tanya Karin.
“Ada yang belom nih Kar, liat punya lo dong.” Jawab Adam.
“Nih.” Karin memberikan kertas formulirnya.
“Oh ini ngisinya gini doing toh.” Adam berbicara sendiri. “Selesai.” Ucapnya bahagia. “Kumpulin yuk Kar.” Ajak Adam.
“Itu formulir apaan deh Dam?” Tanya Jani yang tidak tau sama sekali.
“Itu formulir pelantikan MPK Jan.” Anya selalu tahu.
“Loh kalian ikut MPK.” Tanya Jani.
“Yoi dong, lo pada ikut osis ya, biar kita bisa ketemu pas pelantikan.” Ajak Adam dengan pedenya.
“Malik, gua sama Anya kan emang udah daftar osis dari kemarenan.” Jawab Jani.
“Oh iya yang waktu itu lo bawa foto banyak banget ya Nya?” Karin mencoba mengingat-ingat.
“Iya udah deh Kar jangan diinget-inget lagi.” Anya jadi gak mood.
“Kar yuk kumpulin!” Ajak Adam.
“Teman-teman gua ke ruang MPK dulu ya.” Karin pergi bersama Adam.
“Duluan ye.” Ucap Adam.
Mereka berdua berjalan ke ruang MPK. Disana sudah banyak pengurus kelas lainnya. Karin melihat ada kak Reza disana dia sedang mengbrol dengan ketua osis. Karin melangkah masuk dan menyerahkan formulirnya kepada seorang cowok berkaca mata. Dengan seulas senyum cowok itu menerimanya. Karin pun tersenyum meski agak sedikit meringgis.
Setelah bel masuk ruang MPK sepi, hanya ada beberapa orang seperti ketua, wakil ketua, sekertaris,  bendara, dan beberapa anggota MPK. Mereka mengecek semua formulirnya. Satu persatu Reza membaca formulir para peserta. Disebelahnya ada cowok berkaca mata yang adalah Aji. Aji melihat Reza serius sekali membaca formulir peserta ini. Karena penasaran Aji mengintipnya.
“Formulir siapa Za? Kok lu serius amat.” Ucap Aji sambil melirik kearah kertas yang Reza pegang.
“Ah ngga.” Ucap Reza agak gugup.
“Karina Putri.” Aji membaca nama yang ada diformulir itu. “Cantik Za.” Ucap Aji. “Liat bentar deh.” Aji mengambil kertas yang Reza peganng. “Hmm ini cewek yang pernah gua ceritain lo Za. Yang waktu itu ngeliatin gua di perpustakaan. Oh namanya Karina.” Aji bercerita panjang lebar.
“Sini Ji gua mau baca lagi.” Reza mengambil kembali kertas formulirnya.
“Ya ampun gua cuma liat aja. Oh ya liat nomor hapenya dong.” Aji mengeluarkan handphonenya.
“Ini kan privasi Ji. Kalo mau tanya sendiri dong.” Ucap Reza yang agak kesal.
“Ish Reza lo jahat banget! Gua gak berani nanyanya.” Aji meyakinkan Reza dan dia mencatat nomor hapenya Karin.
Keadaan di kelas sepuluh satu sangatlah hening. Hari ini ada ulangan bahasa Indonesia. Semua murid sudah sangat siap dengan ulangan ini karena bapak Herman selaku guru bahasa Indonesia sudah mengumumkan tentang ulangan seminggu sebelumnya. Ulangan cukup mudah karena hanya mengkarang tentang kebudayaan Indonesia.
Waktu habis dan semua siswa mengumpulkan ulangan mereka. Bapak guru bersiap, Adam memimpin doa sebelum pulang. Doa selesai bapak guru keluar dan semua siswa-siswi berhamburan keluar kelas. Karin menghidupkan hapenya dan ada sms masuk. Nomornya tidak dikenal karena tidak ada dikontak Karin. Karin bertanya pada Anya dan Jani tapi mereka juga tidak tahu itu nomor siapa.
Seperti biasa Karin pulang bersama Anya dan Jani. Dia tidak pulang bersama Malik karena Karin ingin kerumah Vino. Hari ini Karin ada jadwal mengajar. Tak seperti biasanya, saat Karin sampai Vino sedang duduk santai dipinggir kolam renang. Kelihatannya dia sedih. Karin menghampirinya.
“Ini siapa?” Tanya Vino yang matanya ditutup oleh tangan Karin.
“Siapa hayooo?” Karin balik bertanya.
“Pasti kak Karin ya.” Jawab Vino.
“Kakak bukan ya?” Karin membuka tangannya dari mata Vino.
“Kak Karin nakal ya hihihi.” Vino tersenyum lalu kembali memainkan air kolam.
“Vino kenapa sih? Kok sedih gitu?”  Karin merangkul Vino yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.
“Vino lagi sedih kak, tadi pagi kata mama sama papa kita mau pindah.” Ucap Vino sedih.
“Pindah kemana? Vino gak boleh sedih, kalo Vino sedih kak Karin juga ikut sedih.” Karin ikut sedih.
“Ke Amerika kak, pekerjaan papa dipindah kesana selama 3 tahun. “ Vino memunduk dan tak kuasa menahan air matanya. “Aku minta sekolah disini, tapi mama gak kasih soalnya 3 tahun bukan waktu yang singkat kata mama.” Lanjutnya.
“Vino sayang udah ya jangan ditangisin. Siapa tau nanti disana kamu dapet kehidupan yang lebih baik lagi.” Karin memberikan nasihat kepada adik kecilnya ini dan memeluknya erat.
“Mama juga bilang gitu kak.” Vino menghapus air matanya.
“Oh ya kapan kamu pindah ke Amerika?” Taya Karin.
“Hmm mungkin secepatnya kak, karena papa udah ditunggu disana.” Jawab Vino
“Ya udah jangan bersedih ya. Mending sekarang kita jalan-jalan aja yuk gak usah belajar.” Karin mengajak Vino jalan-jalan.
“Jalan-jalan kemana kak?” Tanya Vino antusias.
“Hmm ke taman deket rumah yuk, kamu punya sepeda kan?” Jawab Karin.
“Iya kak yuk ke garasi.” Ajak Vino.
Karin mengoes sepedanya. Vino memeluk erat Karin seakan takut jatuh. Vino adalah anak tunggal dari pengusaha yang sukses. Vino  baru kelas 6 sd dan Karin sudah menanggap Vino seperti adiknya sendiri. Karin sudah setahun lebih mengajar Vino. Mama dan papa nya Vino juga sudah menganggap Karin seperti saudaranya sendiri, bahkan Karin diberikan beasiswa orang tua Vino.
Taman cukup ramai, karena setiap sore banyak yang berolahraga dan bermain di taman itu. Karin membelikan Vino ice cream dan makan bersama di taman itu. Dani teman Vino yang sedang bersepeda melihat Vino dan menghampiri mereka. Karin membelikan ice cream untuk Dani.
Hari semakin sore, Karin harus segera pulang. Setelah puas bermain dan jalan-jalan mereka kembali ke rumah Vino. Vino berterima kasih kepada kak Karin karena dia sudah cukup senang hari ini. Dani pulang ke rumahnya begitu juga dengan Karin.
**
Hari kamis semua peserta pelantikan osis dan MPK diberitahukan tentang perlengkapan untuk hari sabtu dan minggu. Para peserta punya waktu sekitar 2 hari ini untuk mempersiapkan perlengkapan. Karena perlengkapan pelantikan osis dan mpk tidak semua sama. Maka kelima sahabat ini sibuk mempersiapkan perlngkapan dan saling bertukar perlengkapan untuk melengkapinya.
Hari yang mereka tunggu tiba. Pagi-pagi sekali anak-anak sma harapan jaya sudah berkumpul. Waktu menunjukkan pukul 07.00 setengah jam lagi bus mereka akan berangkat. Anya, Malik dan Karin belum juga datang. Adam menelepon Malik, ternyata Malik dan Karin masih dijalan. Jani yang menlepon Anya melihat Anya baru turun dari mobil. Jani mematikan hapenya.
Dari kejauhan ada mobil sedan melaju cukup pelan. Turunlah seorang cowok memakai kupluk dan kaca mata hitam serta seorang cewek. Mereka berdua adalah Malik dan Karin. Adam, Anya dan Jani yang melihat hanya bisa tersenyum-senyum. Karin dan Malik menuju ketiga temannya. Adam dengan candaannya mengoda Malik.
“Ciee berangkat bareng.” Ucap Adam mengoda Malik.
“Iya abis kasihan Karin kalo kita gak bareng.” Malik berucap lembut.
“Jangan-jangan kalian udah jadian?” Anya membuat gossip.
“Apa Malik sama Karin jadian toh.” Gilang yang mendengar ucapan Anya langsung kaget.
“Apaan sih lu Lang kepo banget haha.” Jani tertawa.
“Eh temen-temen ternyata Malik sama Karin udah jadian.” Teriak Gilang.
“Ih apaan sih gossip banget lu Lang!” Karin kesal.
Teman-teman dari kelas lain yang tidak tau apa-apa hanya tersenyum, ada juga yang tertawa. Untuk para fans Malik yang ada disitu itu adalah kabar buruk bagi mereka. Apalagi bagi Susan yang bersusah payah mengejar cinta Malik. Hatinya langsung remuk saat mendengar berita itu. Malik dan Karin memang terlihat dekat. Mereka memperlihatkan kedekatan yang membuat sekeliling iri. Kadang Karin risih dengan perhatian yang Malik berikan. Karena menurut Karin, Malik tidak benar-benar suka dengannya.
Malik hanya tersenyum mendengar gossip itu. Malahan Malik terlihat tidak ambil pusing dengan gossip itu. Tapi tanpa Malik dan Karin sadari gossip itu sudah menyebar lama tetapi bar menguap sekaran-sekarang ini. Mungkin sekarang baru anak-anak yang ikut pelantikan yang mengetahuinya. Bisa saja nanti gossip ini menyebar ke seluruh penjuru sekolah.
Kakak-kakak dari osis dan mpk menyuruh para peserta pelantikan masuk ke dalam bus. Mereka juga mempunyai guru pendamping yaitu bapak Herman selaku ketua Pembina seluruh eskul, bapak Dodi selaku Pembina osis, ibu Shinta selaku Pembina pmr dan ibu Tiara selaku Pembina mpk. Pembagian tempat untuk bus peserta dibagi menjadi 2. Ada bus 1 dan bus 2. Untungnya Adam, Karin, Malik, Anya dan Jani mereka  mendapatkan bus yang sama yaitu bus 2.
Kurang lebih 3 jam mereka sampai ditempat tujuannya. Semua peserta turun dan memasuki villa. Acara pembukaan dimulai. Dan acara langsung saja dimulai. Para peserta dipernalkan mengenai keanggotaan osis dan mpk.  Setelah pengenalan selesai maka diadakan games kekompakan. Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok.
Setelah games lalu acara diisi dengan materi. Materi selesai diakanlah isoma (istirahat, solat dan makan). Lalu diisi oleh materi lagi. Hari semakin larut, teman-teman peserta pelantikan akan menjalani jurit malam. Kelompok yang sama seperti saat games. Artinya Karin dan Adam sekelompok. Sedangkan Anya, Jani dan Malik sekelompok. Waktu menunjukkan pukul  23.30 kelompok pertama dipersilahkan jalan. Kelompok pertama adalah kelompok Malik, Anya dan Jani. Dengan Malik sebagai ketua kelompok. 15 menit kemudian kelompok dua jalan. Begitu juga seterusnya. Sampai kelompok terakhir yang adalah kelompok lima. Kelompoknya Adam dan Karin, mereka berjalan dari satu pos ke pos lain.
Di pos terakhir ada ketua osis dan ketua mpk. Ketua osis bernama Jami dan ketua mpk bernama Reza. Selain ada mereka berdua disitu ada beberapa orang anak osis dan mpk lainnya. Kelompok Karin berbaris. Mereka ditanyakan bermacam-macam pertanyaan. Setelah kelompok ini selesai. Mereka kembali ke villa. Saat Karin berjalan ada seseorang menyapanya. Ternyata dia cowok berkaca mata yang waktu itu tersenyum di perpustakaan. Karin hanya tersenyum membalas sapaan cowok itu.
**
Pagi yang cerah untuk minggu pagi ini. Para peserta yang diberikan kesempatan untuk tidur mulai dibangunkan. Mereka bangun untuk solat subuh. Setelah solat subuh guru Pembina mereka memberikan siraman rohani. Siraman rohani selesai dan waktunya jalan-jalan. Para peserta diajak mengelilingi villa dipagi hari dan diberikan sesi berfoto-foto. Jam menunjukan pukul 08.00 para peserta sudah berada di villa. Mereka makan pagi dan bersiap-siap untuk pulang. Jam 10.00 panitia mengumpulkan para peserta dan diadakanlah acara penutupan.
Acara pelantikan untuk osis dan mpk resmi ditutup. Semua peserta bersorak-sorai. Mereka menaiki bus masing-masing. Muka capek dan kelelahan terlihat diwajah para peserta. Apalagi besok senin mereka harus kembali sekolah seperti biasa. Karena bangku bus berdua-dua Anya dan Jani duduk bersama di depan  Karin yang duduk bersama Sesil. Sedangkan Adam dan Malik duduk berdua dibelakang tempat duduk Karin.
Sebelum bus melaju, seorang cowok dari anak mpk memimpin doa. Setelah selesai memimpin doa dia menuju tempat duduknya. Cowok itu melawati bangku Karin dan kembali menyapanya. Karin hanya tersenyum. Malik yang melihat hal itu jadi agak jelous.  Karena para peserta kelelahan mereka semua tertidur di dalam bus. Dan saat sampai di sekolah mereka berhamburan turun bus dan ingin cepat-cepat pulang.
Malik mengajak Karin untuk pulang bersama. Dia dijemput sama mama nya naik mobil. Karin tak kuasa menolak karena dia juga sudah capek. Sedangkan Anya dan Jani dijemput orang tua masing-masing. Dan Adam dia meminta pembantunya menjemputnya.
Dari kejauhan Aji memperhatikan Karin. Karin dan Malik sedang duduk menunggu di pos satpam. Dia menghampiri Karin dan lagi-lagi menyapanya.
“Hai Karin.” Sapa Aji dengan senyuman.
“Iya kak.” Karin menjawab.
“Oh iya kita belom sempet kenalan.” Ucap Aji sambil tersenyum. “Aku AJi anak mpk kelas 12 ips 1.” Aji memperkenalkan dirinya.
“Karin.” Ucap Karin seingkat.
“Aku udah tau nama kamu kok. Nama panjang kamu Karina Putri kan?” Ucap Aji panjang lebar.
“Iya kak.” Karin agak kaget didalam hatinya Karin berkata “Tau nama gua darimana dia?”
“Karin pulangnya sama siapa?” Tanya Aji.
“Hmm dijemput kak.” Jawab Karin.
“Oh gitu disini lagi nunggu jemputan ya?” Tanya Aji berbasa-basi.
“Iya.” Jawab Karin sambil menunduk.
“Emang siapa yang jemput?”  Aji bertanya lagi
“Saya pulang bareng sama Malik kak.” Jawab Karin dengan nada tidak enak.
“Oh.” Aji sedih.
“Hmm Kar, mobil gue udah dateng nih, yuk.” Ajak Malik dan dia menarik tangan Karin.
“Duluan ya kak.” Karin berpamitan dan mengikuti langkah Malik.
“Hmm mereka pacaran ya?” Ucap Aji dengan sedih.
Malik dan Karin masuk ke mobil dan meninggalkan sekolah. Dikejauhan seorang cowok memperhatikan mobil yang menjauhi sekolah. Ternyata gossip yang beredar tentang Malik dan Karin benar adanya. Gossip-gossip yang selama ini beredar tentang mereka. tentang kedekatan dan kemesraan mereka ternyata benar. Apalagi ditambah temannya menyukai Karin.
**

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2.6 Perkelahian

1.5 Kejadian di kantin

1.6 Mendapat murid baru