1.4 Raka
Kriiiing
alarm Karin berbunyi. Dimatikannya alarm itu dan ia kembali tidur. Sepuluh
menit kemudian alarm berikutnya berbunyi, lantas Karin membuka matanya. Dia ke
kamar mandi dan mengambil wudhu lalu sholat subuh. Setelah itu dia mandi dan
bersiap-siap.
Karin
menyisir rambutnya sambil berkaca. Dilihatnya matanya masih mengantuk.
Diambilnya buku-buku pelajaran yang ada diatas meja lalu dimasukkanya kedalam
tas ranselnya. Rapihlah Karin dan dia siap untuk ke sekolah. Pagi yang cerah
menurut Karin. Dia fikir hari ini ia akan terlambat. Ternyata dia malah
kepagian.
Gerbang
sekolah masih terbuka lebar. Karin memasuki gerbang dengan senyuman. Babe
sapaan anak-anak sekolah kepada satpam sekolah ikut tersenyum melihat Karin
yang senyum. Karin berjalan menuju tangga dan menaiki satu persatu anak tangga.
Saat menaiki tangga ada seorang cowok yang turun terburu-buru dan menabrak
Karin. Hampir saja dirinya terjatuh, tapi cowok itu menahannya dengan memegang
tangan Karin. Cowok itu meminta maaf dan kembali menuruni tangga. Sepertinya
cowok itu terburu-buru untuk turun.
Hape Karin
berbunyi, ada sms dari Vino. Vino meminta Karin untuk datang ke rumahnya sore
ini. Karena dia dan keluarganya akan pergi ke Amerika malam ini. Karin sedih dengan kabar itu tapi
mau bagaimana lagi. Dia hanya bisa mendoakan Vino supaya dia bahagia setelah
kepindahannya ke Amerika.
**
Di rumah
vino sore hari. Karin mengetuk pintu, mama Vino membukanya. Di ruang tamu
terlihat koper-koper besar dan rumah Vino masih terlihat rapih. Karin mencium
tangan mama Vino. Beliau mempersilahkan Karin untuk masuk.
“Vino ada
kak Karin nih.” Teriak mama.
“(Turun
dari tangga) Kak Karin.” Teriak Vino dan dia memeluk Karin dengan erat.
“Vino.”
Sapa kaarin.
“Duduk yuk
Karin.” Pinta mama.
“Iya bu.”
Jawab Karin sopan.
“Vino…
Vino…” Dani memanggil manggil nama Vino.
“Iya masuk
aja Dan.” Teriak Vino dari dalam rumah.
“(Masuk ke
dalam rumah) Sore tante.” Sapa Dani dan mencium tangan mama Vino.
“Ma sudah
siap semua?” Papa Vino turun dari lantai atas. “Eh ada Karin dan Dani.” Ucapnya
lagi.
“Sore om.”
Ucap Karin dan Dani sembari mencium tangan papa Vino.
“Yuk kita
berangkat sekarang.” Ajak papa.
“Yah pa
masih mau disini sebentar lagi.” Pinta Vino.
“Vino nanti
kita kena macet.” Papa memegang bahu Vino.
“Dani, kak
Karin aku berangkat sekarang ya.” Vino berpamitan.
“Iya
hati-hati ya Vin.” Ucap Dani dengan sedih.
“Take care
ya Vin. Kalo kangen chat kakak via email atau fb ya?” Ucap Karin dengan
senyuman.
“Pasti
kak.” Vino tersenyum.
“Karin,
Dani om sama tante pamit ya.” Ucap papa Vino.
Papa, mama
dan Vino masuk ke dalam mobil. Semua koper-koper besarpun masuk ke dalam bagasi
mobil. Mobil bmw meinggalkan rumah besar ini. Karin dan Dani juga pulang ke
rumah masing-masing. Tapi Karin mengantar Dani pulang ke rumahnya. Karin hanya
mengantar Dani sampai depan gerbang.
Di balkon
seorang cowok sedang menikmati secangkir susu coklat hangat. Sambil menikmati
pemandangan dia menyeuput susunya. Dilihatnya adik kecilnya pulang diantar
seorang cewek yang masih memakai seragam sekolah. Wajahnya agak samar-samar
karna dia melihat dari kejauhan. Tapi cowok ini mengenali siapa cewek tadi.
Setelah diingat-ingat cewek ini mirip dengan cewek yang tadi pagi dia tabrak di
sekolah. Meski mukanya tak terlihat jelas dari atas balkon. Cowok ini meyakini
kalau cewek yang mengantar adik laki-lakinya pulang adalah cewek itu.
Cowok ini
masuk ke dalam dan menuju kamar adiknya. Adiknya yang baru pulang sedang
tidur-tiduran dikasur. Cowok ini memulai percakapan dengan sang adik.
“Dan abis
dari mana lu?” Tanya cowok ini yang masih memegang susu coklat hangat.
“Abis dari
rumah Vino kak.” Jawab Dani sembari meminta susu coklat milik abangnya.
“Oh terus
cewek yang nganter lu pulang siapa?” Tanyanya lagi.
“Hmm tau
dari mana lu bang?” Dani agak kaget dengan pertanyaan abangnya. “Dia kak Karin.”
Jawab Dani.
“Karin? Hmm
lo kenal dia dari mana? Kayanya dia anak sma deh dan gak seumuran sama lo?”
Tanya abangnya menyelidik.
“Duh bang
Raka kepo banget sih!” Ucap Dani yang tidak mau menjawab pertanyaan abangnya.
“Yeh ya
udah biasa aja kali.” Abangnya Dani mengacak-acak rambut Dani.
Raka adalah
kakak Dani. Mereka hanya dua bersaudara. Raka satu sekolah dengan Karin. Tahun
ini Raka naik kelas 11 dan mengambil jurusan ipa. Raka adalah cowok yang tadi
pagi menabrak Karin di tangga.
**

Komentar
Posting Komentar